Ini cerita dari seorang remaja bernama Egidia , dia seorang Presenter , aku mengutip kisah ini dari buku berjudul "SAAT HARUS PACARAN!" karya dari DIDIK HERMAWAN. Ini dia kisahnya :) pantengin terus yaaa guys ( ื▿ ืʃƪ)
Seiring dengan berkembangnya usia, aku mulai mencari arti cinta sejati. Namun, cinta itu hanya sebatas impian saja. Pengalaman pacaranku pertama kali gagal total alias berantakan. Kemudian, berlabuhlah cowok kedua dalam hatiku. Dengan dia aku berusaha mengerti segala keinginannya. Saat itu aku berfikir bahwa cinta sejati harus bisa memahami pasangan.
Jujur saja, pacaran yang kedua ini sudah kuanggap serius. Impian masa depan dilalui berdua dengan berbahagia sering membayangi lamunanku. Tapi Tuhan berkehendak lain. Memasuki usia tahun kelima, aku dan dia putus. Duh, sedihnya namun aku mendapat pelajaran bagaimana memposisikan sebagai pacar yang baik.
Tidak mengenal lelah, aku menapaki masa pacaran yang ketiga. Kali ini aku tidak mau membuat kesalahan lagi. Segala perasaan cinta kucurahkan buat kekasihku. Aku berusaha menjadi sosok wanita yang paling baik di matanya. Mungkin ada trauma dihatiku agat nggak mengulangi kejadian sebelumnya.
Dari segi usia cowokku itu lebih dewasa dan mampu meredam emosiku yang kadang masih meluap. Pokoknya aku bisa belajar banyak hal dari dia. Kadang, dia sudah kuanggap sebagai pelabuhan cintaku yang terakhir.
Ketika hubungan itu sudah lima tahun berjalan, aku bertambah yakin bahwa dialah yang terakhir. Tidak kusangka , hubungan yang kujalin selama 7 tahun sia-sia. Hubungan ku kandas ditengah jalan.
Perjalanan cintaku belum berakhir. Aku lembali menjalin cinta dengan cowok kantoran. Seluruh ilmu dalam pacaran kuterapkan agarhubunganku tidak kandas.
Tahun pertama, aku bisa melewati dengan indah. Memasuki tahun kedua hubungan ku dengan cowokku mulai goyah. Masalahnya, aku dan dia belum bisa memaafkan kesalahan masa lalu. Dan jika terjadi keributan kecil, aku dan dia saling mengungkit masa lalu masing-masing. Termasuk membuka lembar - lembar kelam pasangan masing - masing.
Akhirnya , daripada terus bertengkar maka aku putuskan untuk pisah baik-baik. meski terasa menyakitkan, aku harus bisa mengambil pelajaran.
nah itu cerita yang ku posting hari ini tunggu cerita selanjutnya ya :) jangan lupa pantengin terus blog ku ini , thankyuu (ʃƪ•‾̴̴͡͡з‾̴̴͡͡)
0 komentar:
Posting Komentar