Ini pengakuan dari seorang remaja yang identitas nya dirahasiakan dalam buku "SAAT HARUS PACARAN!"
Meskipun menjadi remaja itu sulit, tak ada yang tahu Apa rasanya mendapatkan tekanan di sekolah, iniah ceritanya.
Aku bangun setiap pagi dan menatap wajah ini
Aku ingin tampak tampan, tapi aku merasa seperti aib.
Teman-temanku agaknya sukan jika aku memenuhi tantangan mereka.
Tapi kalau aku mencoba menjadi diriku, mereka agak tak peduli.
Ibukku, yah ia terus berkata , aku harus meraih prestasi
Meskipun orang tua ku mencintaiku, tampaknya cinta mereka berangsur pudar.
Tampaknya semua orang yang ku kenal mencoba menjadi keren.
Dan setiap kali aku mencoba , aku hanya menjadi tolol.
Aku memikirkan untuk menggunakan narkotik, walaupun sebenarnya tak mau.
Tapi aku benar-benar tak cocok, dan itu mulai kelihatan.
Mungkin kalau aku masuk regu olahraga, aku akan menonjol di antara semua orang.
Jika mereka dapat melihat sekuat apa aku mencoba, aku tahu mereka akan bangga.
Masalah aku masih perjaka, teman-temanku tak boleh tahu
Karena jika mereka tahu, aku tahu mereka akan tertawa dan teriak.
Kadang -kadang aku sangat sedih, aku ingin terlepas dari keadaan ini
Masalahku sebenarnya tidaklah parah , kalau kupikir bagaimana kehidupanku salama ini.
Kadang-kadang aku tersesat, dan bertanya-tanya apa yang harus kulakukan.
Aku bertanya-tanya kemana aku harus pergi melangkah , dengan siapa aku bisa bicara.
Jadi remaja itu sulit, kadang-kadang kehidupan tidak adil.
Andai aku punya tempat untuk mengadu dan seseorang yang PEDULI.
Kamis, 08 November 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar